Haluannews Ekonomi – Persaingan di industri telekomunikasi Indonesia kian memanas. Bermunculannya penyedia layanan internet (ISP) dan inovasi teknologi memaksa para pemain untuk beradaptasi. PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) atau JAST Group, perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar peralatan telekomunikasi, aktivitas telekomunikasi kabel dan nirkabel, satelit, serta penyedia jasa telekomunikasi, memilih strategi agresif untuk mempertahankan posisinya.

Related Post
JAST Group, menurut CEO Kennard, memanfaatkan teknologi omnichannel yang mengintegrasikan voice, video, chat, dan media sosial untuk menjangkau pelanggan. Investasi besar-besaran pun digelontorkan untuk pengembangan sistem Customer Relationship Management (CRM) dan Enterprise Resource Planning (ERP) guna melayani lebih dari 1000 pelanggan domestik dan internasional.

Tak hanya itu, JAST Group juga gencar mengadopsi kecerdasan buatan (AI) dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang digital. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing perusahaan di tengah persaingan yang ketat. Strategi ini terungkap dalam wawancara eksklusif CEO JAST Group, Kennard, dengan Anneke Wijaya di program Power Lunch, Haluannews.id (Senin, 02/06/2025). Wawancara tersebut memberikan gambaran jelas bagaimana JAST Group menghadapi tantangan dan peluang di industri telekomunikasi Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar