Haluannews Ekonomi – Rencana penunjukan nakhoda baru PT Vale Indonesia Tbk (INCO) harus tertunda. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (18/7/2025) di Prosperity Tower, Jakarta, dinyatakan tidak kuorum, sehingga agenda utama pemilihan Presiden Direktur (Presdir) baru urung dilaksanakan.

Related Post
Manajemen Vale Indonesia melalui pernyataan resminya pada Sabtu (19/7/2025) menyampaikan bahwa RUPSLB akan dijadwalkan ulang. "Perseroan akan menjadwalkan ulang RUPSLB pada waktu yang akan diinformasikan kemudian, dengan tetap mengacu pada ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Ketidakpastian ini tentu menimbulkan pertanyaan di kalangan investor dan pelaku pasar. Kekosongan kursi Presdir INCO sendiri telah berlangsung sejak April lalu, setelah Febriany Eddy ditunjuk menjadi direktur di PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI.
Meskipun demikian, manajemen Vale Indonesia meyakinkan para pemangku kepentingan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan normal. "Manajemen memastikan, seluruh fungsi organisasi dan arah strategis perusahaan tetap berjalan secara efektif di bawah kepemimpinan Direksi dan Dewan Komisaris yang saat ini menjabat," lanjut pernyataan tersebut. Jadwal RUPSLB yang baru akan segera diumumkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
RUPSLB ini sedianya menjadi momentum penting bagi INCO untuk segera mengisi kekosongan jabatan Presdir dan memastikan keberlanjutan strategi perusahaan di tengah dinamika industri pertambangan nikel yang semakin kompetitif. Penundaan ini tentu menjadi perhatian khusus bagi para pemegang saham dan pelaku pasar yang menantikan arah baru kepemimpinan Vale Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar