Haluannews Ekonomi – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menunjukkan performa kinclong dalam bisnis emas. Hingga kuartal III-2025, BSI telah berhasil menghimpun 19 ton emas kelolaan. Optimisme tinggi, BSI menargetkan peningkatan signifikan hingga mencapai 34 ton tambahan dalam lima tahun mendatang.

Related Post
Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, mengungkapkan proyeksi ambisius ini saat paparan kinerja kuartal III-2025. "Potensi pertumbuhan bisnis emas BSI masih sangat besar. Kami memperkirakan kelolaan emas BSI akan terus bertambah hingga 53 ton pada tahun 2030, bahkan mungkin lebih," ujarnya.

Pergeseran tren investasi dari perhiasan ke emas batangan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ini. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mencatat bahwa investasi emas batangan secara global lebih tinggi, mencapai 24,5 ton, dibandingkan investasi perhiasan sebesar 22,8 ton.
Tren serupa juga terjadi di Indonesia. Masyarakat mulai beralih dari tabungan dan deposito ke investasi emas. Anggoro menyoroti peningkatan signifikan investasi emas oleh masyarakat dari 28,72% pada tahun 2024 menjadi 34,02% pada tahun 2025.
Lisensi bank emas yang diperoleh BSI sejak Maret lalu menjadi mesin pertumbuhan baru. Layanan bullion menjadi daya tarik dan sumber pendapatan baru bagi BSI.
"Dengan kapabilitas Bank Syariah Indonesia terbesar dan Bank Emas pertama di Indonesia, kinerja BSI dapat tumbuh di atas industri perbankan syariah maupun perbankan nasional. Pertumbuhan aset BSI per Agustus 2025 sebesar 11,08%, lebih tinggi dari perbankan nasional sebesar 6,63% dan perbankan syariah sebesar 8,21%," jelas Anggoro.
BSI juga menjamin keamanan emas kelolaannya melalui berbagai model smart vaulting, termasuk central vaulting, manage service, dan vaulting di masing-masing cabang. Kerja sama dengan pemasok emas juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok.
Inovasi terus dilakukan dengan mempersiapkan infrastruktur penyimpanan berkapasitas besar, yang diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 titik. "Ke depan, nasabah tidak perlu khawatir terhadap emas yang dibeli di BSI," pungkas Bob.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar