Haluannews Ekonomi – Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 memproyeksikan ekonomi Indonesia tahun 2026 akan bersinar. Optimisme ini didasarkan pada terkendalinya risiko ekonomi sejak akhir 2025, serta sinergi kuat antara pemerintah dan Bank Indonesia.

Related Post
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam laporannya di PTBI 2025 yang bertema "Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan" menyampaikan bahwa konsumsi masyarakat tetap menjadi mesin penggerak ekonomi. Indikator Mandiri Spending Index menunjukkan angka yang menggembirakan, naik menjadi 312,8 pada November.

Investasi juga menunjukkan tren positif dengan realisasi mencapai Rp1.434 triliun hingga September. Sementara itu, belanja negara sebesar Rp1.109 triliun digelontorkan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyoroti lima area sinergi krusial untuk mentransformasi struktur ekonomi nasional. Sinergi ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis ekonomi kerakyatan.
Perry menekankan stabilitas sebagai fondasi utama dalam lima pilar sinergi ekonomi, yang meliputi penguatan pembiayaan, pengembangan pasar keuangan, akselerasi ekonomi digital, serta peningkatan kerja sama investasi dan perdagangan. Ia juga mengungkit Sumitronomics, gagasan Prof. Sumitro Djojohadikusumo yang menekankan pertumbuhan tinggi, pemerataan manfaat pembangunan, dan stabilitas nasional yang dinamis.
Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Menko Airlangga dan Gubernur Perry atas paparan yang optimis dan menenangkan di tengah ketidakpastian global. Prabowo menyoroti persaingan keras untuk hegemoni global dan munculnya ketegangan di berbagai belahan dunia.
"Di tengah kondisi ini, presentasi mengenai kondisi perekonomian kita oleh Menko Perekonomian dan Gubernur BI memberikan rasa optimisme," ujar Prabowo.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar