Haluannews Ekonomi – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan sinyalemen keras terkait kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian tinggi. Pernyataan ini dilontarkan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Jakarta, dihadapan Presiden Prabowo Subianto.

Related Post
Perry menjelaskan bahwa ketidakjelasan arah ekonomi global saat ini dipicu oleh maraknya kebijakan proteksionisme yang diterapkan oleh negara-negara ekonomi raksasa, termasuk Amerika Serikat. Kebijakan ini telah menggerus prinsip multilateralisme yang selama ini menjadi fondasi kerjasama dan perdagangan global.

Ketidakpastian akibat proteksionisme, diperparah dengan tensi geopolitik yang tinggi, telah menekan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara. Akibatnya, kebutuhan pembiayaan pembangunan dalam anggaran negara semakin membengkak.
Lonjakan kebutuhan pembiayaan ini juga mendorong tren utang negara-negara di dunia semakin tinggi, yang pada gilirannya menaikkan tingkat suku bunga acuan dan menciptakan kerentanan dalam sistem keuangan global. "Tingginya utang pemerintah dan suku bunga di negara maju karena defisit fiskal terlalu besar, membuat tingginya kerentanan sistem keuangan dunia," tegas Perry.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar