Haluannews Ekonomi – Direktur Utama PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), Irianto Santoso, menunjukkan optimisme tinggi terhadap masa depan industri suku cadang di Indonesia. Perusahaan ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi dan daya saing komponen otomotif, tetapi juga agresif memperluas pasar ekspornya, menandai era baru bagi sektor manufaktur di Tanah Air.

Related Post
Untuk tahun 2026, DRMA telah menyiapkan langkah ekspansif signifikan yang diperkirakan akan mengubah peta persaingan. Mereka menargetkan akuisisi 82% saham PT Mah Sing Indonesia senilai Rp 41 miliar. PT Mah Sing Indonesia dikenal sebagai produsen plastik otomotif presisi tinggi untuk kendaraan roda empat. Aksi korporasi ini menjadi pilar strategi DRMA untuk memperkuat dan memperluas bisnis komponen otomotifnya, khususnya di segmen mobil penumpang.

Tidak berhenti di situ, DRMA juga bergerak cepat menangkap peluang di ekosistem kendaraan listrik (EV) Indonesia yang sedang berkembang pesat. Perusahaan telah mengamankan lahan pabrik baru di kawasan industri strategis MM210. Lahan ini akan didedikasikan untuk pengembangan Manufacturing Battery Energy Storage Systems (BESS), sebuah inisiatif strategis yang dirancang untuk meraup potensi besar dari pasar EV yang terus bertumbuh. Langkah ini menegaskan komitmen DRMA dalam diversifikasi bisnis menuju sektor energi terbarukan.
Meski demikian, industri otomotif secara keseluruhan, termasuk produsen suku cadang, sangat mengharapkan dukungan pemerintah. Perbaikan ekosistem bisnis otomotif, khususnya peningkatan daya beli masyarakat dan serapan pasar domestik, menjadi kunci untuk pertumbuhan berkelanjutan. Sementara itu, pasar ekspor tetap menjadi tulang punggung yang menopang kinerja bisnis komponen otomotif Indonesia saat ini, memberikan stabilitas di tengah fluktuasi pasar domestik.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar