Danantara Gaspol! Target Dividen Jumbo Bikin Investor Melongo

Danantara Gaspol! Target Dividen Jumbo Bikin Investor Melongo

Haluannews Ekonomi – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tancap gas mempercepat restrukturisasi aset dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui serangkaian kolaborasi strategis berskala internasional. Langkah ini dilakukan dengan menggandeng sejumlah sovereign wealth fund (SWF) kelas dunia, termasuk Qatar Investment Authority (QIA), Future Fund Australia, dan China Investment Corporation (CIC).

COLLABMEDIANET

Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief, mengungkapkan bahwa percepatan restrukturisasi ini menargetkan investasi hingga US$ 5 miliar pada tahun 2025. Fokus investasi akan diarahkan pada sektor-sektor strategis yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, seperti hilirisasi mineral, energi terbarukan, sektor digital, kesehatan, pangan, dan manufaktur.

Danantara Gaspol! Target Dividen Jumbo Bikin Investor Melongo
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Selain mengamankan pendanaan awal sebesar US$ 20 miliar untuk lebih dari 20 proyek prioritas, Danantara juga membidik dividen tahunan sebesar US$ 8 miliar dari portofolio BUMN yang dikelolanya. Target ambisius ini sejalan dengan arahan Presiden untuk menjadikan BUMN sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi, termasuk melalui konsolidasi 889 entitas BUMN.

Al-Arief menekankan bahwa setiap kemitraan yang dijalin bukan sekadar transaksi finansial semata, melainkan langkah strategis untuk membangun tata kelola perusahaan yang setara dengan standar global. Danantara aktif belajar dan bermitra langsung dengan para pengelola aset terbaik dunia, menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari transformasi kelembagaan jangka panjang.

Kemitraan strategis pertama terjalin pada 15 April 2025, dengan penandatanganan kesepakatan pembentukan dana investasi bersama senilai US$ 4 miliar antara Danantara Indonesia dan QIA. Dana ini akan difokuskan pada sektor hilirisasi industri, energi terbarukan, dan layanan kesehatan, yang merupakan sektor-sektor prioritas dalam agenda transformasi ekonomi Indonesia.

Selanjutnya, pada 16 Mei 2025, kerjasama dengan Future Fund Australia, SWF milik Pemerintah Australia dengan total aset lebih dari AUD 300 miliar, diumumkan di sela-sela Indonesia-Australia Annual Leaders’ Meeting di Jakarta. Australia juga memberikan dukungan terhadap keanggotaan Danantara Indonesia dalam International Forum of Sovereign Wealth Funds (IFSWF), forum global yang mendorong penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang kuat dalam pengelolaan dana publik.

Kerja sama ketiga ditandatangani pada 25 Mei 2025, antara Danantara Indonesia dan CIC, salah satu SWF terbesar di dunia yang mengelola cadangan devisa Tiongkok. Kedua belah pihak sepakat untuk menjajaki pembentukan platform investasi ASEAN-Tiongkok yang akan berfokus pada sektor manufaktur, teknologi, kesehatan, dan barang konsumsi, dengan prinsip imbal hasil optimal dan dampak pembangunan yang terukur.

Al-Arief menegaskan bahwa kolaborasi strategis ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menarik sebagai tujuan investasi, tetapi juga telah berkembang menjadi mitra pengelola investasi yang dapat dipercaya di panggung global. Melalui kerja sama dengan sejumlah SWF global, Danantara Indonesia tidak hanya mengakses pendanaan dan peluang investasi lintas negara, tetapi juga memperkuat kapabilitas dalam menjalankan tata kelola aset negara agar mampu setara dengan praktik terbaik dunia.

"Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kami membangun kelembagaan yang kokoh dalam mengelola aset bangsa ini," pungkasnya. Danantara terus mempelajari kerangka tata kelola, manajemen risiko, dan model alokasi aset yang telah terbukti sukses di institusi negara lain, melakukan benchmarking untuk membangun sistem yang relevan dengan mandat nasional dan tantangan masa depan Indonesia.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar