Dana Rp 400 T di BI Terungkap! Purbaya Ungkap Strategi Jaga Pasar

Dana Rp 400 T di BI Terungkap! Purbaya Ungkap Strategi Jaga Pasar

Haluannews Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini mengungkapkan bahwa posisi kas negara yang tersimpan di Bank Indonesia (BI) mencapai angka yang sangat signifikan, yakni lebih dari Rp 400 triliun. Angka ini menunjukkan kapasitas fiskal pemerintah yang kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi.

COLLABMEDIANET

Purbaya menjelaskan, berdasarkan laporan dari Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bakti, jumlah dana yang mengendap di bank sentral ini sangat memadai. Bahkan, dana tersebut memungkinkan pemerintah untuk menyuntikkan tambahan likuiditas sebesar Rp 100 triliun ke sektor perbankan. Dengan penambahan ini, total dana yang telah ditempatkan di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank DKI mencapai sekitar Rp 300 triliun.

Dana Rp 400 T di BI Terungkap! Purbaya Ungkap Strategi Jaga Pasar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Sebelumnya Rp 200 triliun. Saya bertanya, ‘Prim (Primanto), uang kita di Bank Indonesia berapa?’ Primanto menjawab, ‘Lebih dari Rp 400 triliun, Pak.’ Lalu saya instruksikan, ‘Masukkan Rp 100 triliun ke perbankan’," ujar Purbaya saat menghadiri acara halal bihalal bersama awak media, Rabu (25/3/2026).

Keputusan untuk menambah suntikan dana tersebut diambil Purbaya sebagai respons terhadap pergerakan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah yang terpantau meningkat. Menurutnya, kenaikan yield ini merupakan sinyal awal adanya potensi tekanan likuiditas di sektor perbankan.

"Jika bond yield naik 0,1%, saya sudah mulai memperhatikannya. Ada apa ini? Ketika naik 0,4%, itu pasti ada kekeringan atau kekurangan likuiditas di bank, atau ada penyebab lain. Saya cek, oh ternyata bank memang kekurangan. Saya tambahkan lagi dana ke sistem," jelasnya, menggambarkan kewaspadaan pemerintah terhadap indikator pasar.

Purbaya menambahkan, suntikan dana sebesar Rp 100 triliun tersebut telah disalurkan ke Himbara dan Bank DKI sekitar seminggu sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026. Meskipun demikian, ia tidak merinci besaran dana yang diterima oleh masing-masing bank.

"Seminggu sebelum Lebaran, saya tambahkan lagi Rp 100 triliun ke sistem perekonomian. Kami serius dalam menjaga likuiditas di sistem keuangan kita," tegas Purbaya, menekankan komitmen pemerintah terhadap stabilitas finansial.

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa indikator likuiditas seperti penambahan uang primer (M0) serta pergerakan yield obligasi menjadi acuan utama dalam pengambilan kebijakan ini. Ia berharap penempatan dana di perbankan dapat mendorong bank-bank tersebut untuk membeli surat utang negara. Aksi pembelian ini, pada akhirnya, akan membantu menekan kenaikan yield obligasi, sehingga menjaga biaya pinjaman pemerintah tetap terkendali.

"Cukup atau tidak, saya tidak tahu. Maret lalu ada indikasi yield naik. Saya berpikir, jika ingin menekan yield ke bawah, harus ada pembeli. Jadi, tempatkan saja uang di bank," tuturnya.

"Bank pasti akan mencari investasi yang paling mudah. Mereka bisa membeli obligasi. Jika mereka membeli obligasi, itu akan menekan yield kembali ke bawah. Kira-kira itu strateginya," pungkas Purbaya, menguraikan mekanisme transmisi kebijakan tersebut ke pasar keuangan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar