Haluannews Ekonomi – Di tengah gelombang efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat, Provinsi Jawa Tengah menunjukkan langkah proaktif dan strategis untuk mengamankan serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, membeberkan jurus jitu daerahnya dalam mengelola keuangan dan memastikan program pembangunan tetap berjalan optimal.

Related Post
Untuk tahun 2026, Pemprov Jateng menargetkan peningkatan PAD melalui serangkaian inisiatif inovatif. Ini mencakup penanganan piutang pajak yang lebih agresif dengan pendekatan door-to-door dan razia kepatuhan. Selain itu, akses pembayaran pajak akan dipermudah melalui platform digital, sejalan dengan upaya modernisasi layanan publik. Tak kalah penting, optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) akan didorong melalui pengembangan bisnis yang prospektif dan berkelanjutan.

Luthfi menegaskan bahwa pemangkasan dana transfer daerah (TKD) dari pusat tidak akan menggeser arah program pemerintah Jawa Tengah yang telah selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), baik di tingkat provinsi maupun 36 kabupaten/kota. Menghadapi kondisi ini, Pemprov Jateng bersama pemerintah daerah kabupaten/kota memperkuat koordinasi dan melakukan penataan ulang anggaran. Tujuannya jelas: memastikan layanan dasar masyarakat tidak terganggu.
Fokus utama penataan anggaran adalah pada pengembangan infrastruktur yang tepat sasaran dan memiliki daya ungkit ekonomi signifikan, serta peningkatan produksi pangan untuk mencapai swasembada. Pembangunan infrastruktur bukan hanya tentang fisik, melainkan juga dampak multipliernya terhadap perekonomian lokal dan ketahanan pangan.
Di sisi lain, Jawa Tengah juga memacu pertumbuhan sumber ekonomi baru melalui penarikan investasi, baik dari dalam negeri maupun investor global. Sektor padat karya menjadi prioritas untuk menyerap tenaga kerja lokal. Strategi lainnya adalah pengembangan wilayah aglomerasi, yang diharapkan dapat menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi.
Bagaimana strategi komprehensif Jawa Tengah ini diimplementasikan untuk meningkatkan PAD sekaligus mengelola anggaran daerah secara efektif? Selengkapnya dapat disaksikan dalam wawancara Shinta Zahara dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di program Nation Hub, Haluannews.id, pada Kamis (11/12/2025).
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar