Dana Pemerintah Mengendap? Bank BUMN Berebut Jatah Simpanan!

Dana Pemerintah Mengendap? Bank BUMN Berebut Jatah Simpanan!

Haluannews Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi antusiasme sejumlah bank BUMN yang mengajukan permohonan tambahan penempatan dana pemerintah. Hal ini menyusul evaluasi positif terhadap penyaluran dana yang telah dikucurkan sebelumnya.

COLLABMEDIANET

Purbaya, yang sebelumnya melakukan inspeksi mendadak ke Bank Mandiri dan BNI, menyatakan bahwa sekitar 70% dana yang disalurkan melalui Bank Mandiri telah terserap ke sektor produktif. "Saya monitor, dari uang yang kita kasih ke mereka, 70% sudah keserap, sudah disalurkan. Mungkin mereka minta lagi kalau bisa ada tambahan yang bisa disalurkan ke sektor yang lain. Mungkin ke properti dan otomotif," ujarnya.

Dana Pemerintah Mengendap? Bank BUMN Berebut Jatah Simpanan!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kinerja kredit Bank Mandiri juga dinilai menggembirakan, dengan pertumbuhan yang meningkat dari 8% menjadi hampir 11% setelah menerima dana Rp55 triliun dari total Rp200 triliun. "Data terakhir, belum penuh satu bulan kan. Jadi positif, sinyal positif. Artinya kira-kira stimulus saya akan jalan di ekonomi," kata Purbaya.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, juga menyampaikan usulan serupa, berharap pemerintah dapat menambah penempatan dana di BRI. Saat ini, BRI telah menyalurkan sekitar 60% hingga 65% dari total Rp55 triliun dana pemerintah yang diterima pada 12 September lalu. "Harapannya ke depan mungkin bisa ditambah lagi," ujar Hery.

Menanggapi permintaan tersebut, Purbaya menegaskan akan melakukan verifikasi langsung terhadap kesiapan BRI. "Mau saya datangin dia (BRI), bilang sudah siap, saya akan cek. Betul-betul nanti saya akan datangi dia. Betul siap apa enggak," tegas Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah masih memiliki sisa dana sebesar Rp275 triliun yang mengendap di Bank Indonesia (BI). Ia berencana untuk menempatkan sebagian dana tersebut, sekitar Rp10 triliun hingga Rp20 triliun, di bank pembangunan daerah (BPD) seperti Bank Jakarta dan Bank Jatim. "Saya sekarang punya Rp275 triliun cash nganggur. Jadi kita lagi diskusiin sama mereka, mereka bisa terima berapa sih," kata Purbaya.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar