Bursa Bergetar! Aturan Krusial FCA Dievaluasi, Investor Siap Pesta?

Bursa Bergetar! Aturan Krusial FCA Dievaluasi, Investor Siap Pesta?

Haluannews Ekonomi – Yogyakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons gelombang kritik dari kalangan investor dan pelaku pasar dengan membuka pintu evaluasi terhadap aturan Full Call Auction (FCA) serta papan pemantauan khusus. Langkah ini mengindikasikan keseriusan bursa dalam menyeimbangkan pengawasan pasar dengan kebutuhan likuiditas perdagangan saham.

COLLABMEDIANET

Jeffrey Hendrik, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, dalam gelaran Jogja Financial Festival (Finfest) 2026 di Yogyakarta, Jumat (22/5/2026), mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang dalam proses peninjauan ulang atas regulasi dan kebijakan FCA. "Terkait FCA dan papan pemantauan khusus, saat ini kami sedang proses review atas peraturan dan kebijakan FCA," ujarnya.

Bursa Bergetar! Aturan Krusial FCA Dievaluasi, Investor Siap Pesta?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Evaluasi ini, menurut Jeffrey, merupakan hasil dari penyerapan berbagai masukan dari pelaku pasar. Ia mengakui adanya dialog intensif, termasuk dengan pihak-pihak yang selama ini vokal mengkritisi implementasi FCA dan mekanisme suspensi saham. "Minggu lalu kami sudah FGD dengan pelaku pasar, termasuk dengan yang kritis itu pun kami dengar," tambahnya.

Jeffrey menjelaskan, salah satu fungsi fundamental BEI adalah memastikan integritas dan efisiensi pasar melalui pengawasan ketat terhadap transaksi perdagangan saham. Oleh karena itu, kebijakan seperti Unusual Market Activity (UMA), suspensi perdagangan, hingga FCA, merupakan instrumen perlindungan bagi investor. "Terkait UMA, suspensi, dan lain-lain itu bagian perlindungan investor. Bila kami menemukan adanya indikasi manipulasi harga maka kami tindak," tegasnya.

Ia juga mengungkapkan skala pengawasan BEI yang masif, dengan memantau sekitar 2,5 juta transaksi saham setiap harinya di pasar modal Indonesia. "Sebagai gambaran, setiap hari ada 2,5 juta transaksi. Tentu ada upaya manipulasi harga oleh pihak tertentu," kata Jeffrey, menggarisbawahi potensi upaya manipulasi yang harus diantisipasi.

Meskipun demikian, Jeffrey menegaskan bahwa BEI juga sangat memahami vitalnya menjaga likuiditas pasar agar aktivitas perdagangan tetap atraktif dan sehat bagi investor. "Kami sadari fungsi kami juga menghadirkan likuiditas yang baik ke investor. Oleh karena itu masukan akan kami tampung dan kami sesuaikan mekanisme di bursa," janjinya.

Setelah proses peninjauan ini tuntas, BEI akan menyusun draf perubahan aturan yang kemudian akan diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk persetujuan. "Mudah-mudahan fungsi pengawasan tetap baik tanpa mengurangi likuiditas di pasar," pungkas Jeffrey, berharap keseimbangan optimal dapat tercapai.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar