Haluannews Ekonomi – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) (BBTN) atau BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengungkapkan transformasi besar-besaran yang dilakukan BTN sejak 2019. Meskipun sempat terhambat pandemi Covid-19, BTN justru memanfaatkan momentum tersebut untuk mempercepat digitalisasi. Hasilnya? Pada 2023, BTN berhasil mentransformasikan bisnis prosesnya menjadi lebih simpel, murah, efisien, dan menjangkau lebih banyak masyarakat, sejalan dengan program pemerintah "3 Juta Rumah".

Related Post
Nixon menjelaskan kepada Haluannews.id dalam program Power Lunch, bahwa pandemi telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi perbankan. Hal ini mendorong BTN untuk beradaptasi dengan cepat, menjadi bank yang "mobile first" pada 2024. Transformasi ini mencakup perubahan signifikan di bidang IT, teknologi, sumber daya manusia (SDM), dan pembentukan direktorat baru khusus untuk bisnis digital.

Tidak hanya di sektor perbankan, BTN juga melangkah maju dengan mendigitalisasi sektor properti. Hasilnya cukup mengejutkan: 17% permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN kini berasal dari jalur online. "Dari 200-300 ribu pengajuan KPR per tahun, 17% sudah dilakukan secara digital. Nasabah hanya perlu datang saat akad kredit," ungkap Nixon. Langkah ini semakin diperkuat dengan peluncuran SuperApps "bale by BTN", yang memudahkan transaksi keuangan dan KPR, khususnya bagi Gen Z.
BTN juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM dan layanan, serta mencegah praktik-praktik yang tidak sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan (governance). Nixon menegaskan komitmen BTN dalam hal ini, bahkan menyebutkan telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan yang terlibat dalam praktik-praktik tersebut.
Namun, Nixon mengakui bahwa perubahan budaya dan mindset SDM merupakan tantangan terbesar dan membutuhkan waktu. Untuk itu, BTN telah mendirikan training center dan memberikan beasiswa pendidikan bagi karyawannya untuk meningkatkan kompetensi. Setidaknya 20 karyawan setiap tahunnya dikirim ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan S2 di universitas terbaik.
Strategi transformasi ini berbuah manis. BTN membukukan laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun pada semester I-2025, meningkat 13,6% secara tahunan (yoy). Pendapatan bunga kredit naik 23,5% yoy menjadi Rp 18,50 triliun, melampaui pertumbuhan biaya bunga yang hanya 2,3% yoy. Hal ini menghasilkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 9,34 triliun atau naik 55,1% yoy.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar