BRI Cetak Rekor Laba! Siap Guncang Ekonomi Nasional?

BRI Cetak Rekor Laba! Siap Guncang Ekonomi Nasional?

Haluannews Ekonomi – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menunjukkan performa gemilang dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp41,2 triliun pada Triwulan III 2025. Pencapaian ini didukung oleh indikator kinerja utama yang sehat serta pertumbuhan positif pada aset, kredit, dan dana pihak ketiga (DPK).

COLLABMEDIANET

Capaian ini menjadi modal penting bagi BRI untuk semakin memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Bank BUMN ini akan terus mendukung program-program prioritas pemerintah dan menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 BRI Cetak Rekor Laba! Siap Guncang Ekonomi Nasional?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa kinerja positif ini didukung oleh kondisi makroekonomi nasional yang stabil sepanjang tahun 2025. Proyeksi PDB yang stabil di atas 5%, inflasi yang terkendali, serta nilai tukar dan cadangan devisa yang kuat, memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk melonggarkan kebijakan moneter.

BRI juga aktif dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp130,2 triliun kepada 2,8 juta debitur pada periode Januari-September 2025. Selain itu, BRI juga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memberikan layanan perbankan kepada 3.854 Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) dan pembiayaan pembangunan Dapur MBG sebesar Rp104,4 miliar.

BRI juga berperan dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada 110 ribu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan nilai penyaluran kredit mencapai Rp15,07 triliun.

Untuk mendukung program pemerintah, BRI telah mengoptimalkan penempatan dana pemerintah sebesar Rp55 triliun yang bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk pembiayaan di sektor produktif. Dana tersebut telah dialokasikan secara penuh pada segmen mikro, korporasi, komersial, dan konsumer.

Pencapaian BRI juga didorong oleh transformasi bisnis yang berkelanjutan melalui program "BRIVolution Reignite", yang berfokus pada transformasi bisnis funding dan penguatan core business yang berkelanjutan.

Total aset BRI tumbuh 8,2% YoY menjadi Rp2.123,4 triliun, sementara DPK BRI tumbuh 8,2% YoY menjadi Rp1.474,8 triliun. Penyaluran kredit BRI tercatat tumbuh 6,3% YoY menjadi Rp1.438,1 triliun.

Kinerja keuangan yang solid ini juga tercermin dari aspek permodalan dan likuiditas. Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI berada di 25,4%, di atas ketentuan minimum regulator. Loan to Deposit Ratio (LDR) bank berada di level 86,5%.

Dari sisi manajemen risiko, rasio Non-Performing Loan (NPL) BRI berada di level 3,08%, dengan NPL Coverage Ratio mencapai 183,1%.

Transformasi struktur pendanaan yang dijalankan BRI melalui penguatan ekosistem digital seperti BRImo, Qlola by BRI, QRIS, dan perluasan transaksi merchant telah menunjukkan hasil positif. Jumlah pengguna BRImo meningkat 19,4% YoY menjadi 44,4 juta user, dengan volume transaksi naik 25,6% YoY menjadi Rp5.067,1 triliun.

Hingga akhir September 2025, Holding UMi yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM telah menjangkau 34,5 juta debitur aktif dengan 185 juta rekening simpanan mikro. Jumlah AgenBRILink telah mencapai lebih dari 1,2 juta agen dengan volume transaksi sebesar Rp1.293,5 triliun.

Melalui Desa BRILian, BRI telah memiliki 4.909 desa binaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. BRI juga telah mengembangkan 41.715 klaster usaha melalui program KlasterkuHidupku.

Sinergi dengan perusahaan anak memberikan kontribusi laba sebesar 19,9% dari total laba konsolidasi dan aset sebesar 11,45% dari total aset konsolidasian perseroan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar