Haluannews Ekonomi – Polisi Korea Selatan kembali mengajukan permintaan penggeledahan dan penyitaan terkait investigasi terhadap Chairman HYBE, Bang Si-hyuk. Miliarder di balik kesuksesan BTS ini diduga terlibat dalam transaksi saham curang senilai 400 miliar Won (sekitar Rp 4,73 triliun). Haluannews.id mengutip The Korea Times yang memberitakan bahwa Badan Kepolisian Metropolitan Seoul telah mengajukan permintaan tersebut ke Kantor Kejaksaan Distrik Selatan Seoul.

Related Post
Langkah ini diambil setelah permintaan sebelumnya ditolak pada April lalu. Polisi tengah memburu dokumen dari Bursa Korea, Layanan Pengawasan Keuangan (FSS), dan perusahaan sekuritas untuk melacak alur dana yang mencurigakan. Bang Si-hyuk diduga melanggar Undang-Undang Pasar Modal dengan memberikan informasi menyesatkan kepada pemegang saham. Ia diduga memanipulasi pasar dengan membuat seolah-olah HYBE tidak berencana IPO, sehingga mendorong pemegang saham menjual saham mereka. Setelah itu, HYBE melakukan IPO dan Bang Si-hyuk diduga meraup keuntungan sekitar Rp 4,73 triliun.

Investigasi ini telah berlangsung sejak Desember tahun lalu. FSS juga tengah melakukan penyelidikan terpisah dan berencana menyerahkan kasus ini ke Kantor Kejaksaan Distrik Selatan Seoul dalam waktu dekat. HYBE sendiri membantah semua tuduhan dan menyatakan semua transaksi dilakukan sesuai hukum.
Kasus ini menimbulkan kekhawatiran di tengah persiapan comeback BTS. Meskipun kontroversi ini berfokus pada aspek keuangan HYBE, dampaknya terhadap comeback grup idola global tersebut tetap menjadi perhatian para penggemar. Ketujuh member BTS dijadwalkan menyelesaikan wajib militer paling lambat 21 Juni mendatang.
Kasus ini bukan satu-satunya yang membelit HYBE. Sebelumnya, kantor pusat HYBE juga digerebek terkait dugaan perdagangan orang dalam yang dilakukan mantan eksekutif perusahaan. Mantan eksekutif keuangan HYBE, yang diidentifikasi sebagai A, diduga menggunakan informasi non-publik untuk membeli saham YG Plus dan meraup keuntungan hingga 240 juta Won. HYBE mengklaim telah bekerja sama dengan pihak berwenang dan menegaskan bahwa individu tersebut telah meninggalkan perusahaan. Perkembangan kasus ini tentu akan terus dipantau, mengingat dampaknya yang besar terhadap industri hiburan Korea Selatan dan pasar modal.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar