Haluannews Ekonomi – Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi incaran investor asing, terindikasi dari aktivitas akumulasi yang dilakukan oleh broker JP Morgan (BK) sepanjang bulan Juli ini. Data dari Stockbit menunjukkan, sejak 1 Juli hingga 17 Juli 2025, BK mencatatkan pembelian bersih saham BMRI senilai Rp293,5 miliar.

Related Post
Harga rata-rata pembelian saham BMRI oleh BK berada di level Rp4.748 per saham. Meskipun demikian, harga saham BMRI saat ini sedikit di bawah level tersebut, berada di Rp4.740 per saham pada sesi pertama perdagangan Jumat (18/7/2025). Secara keseluruhan, saham BMRI mengalami koreksi sebesar 6,6% dalam sebulan terakhir.

Pergerakan investor asing ini terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap rilis laporan keuangan Bank Mandiri untuk semester pertama tahun 2025. Berdasarkan informasi yang beredar, pengumuman kinerja keuangan BMRI diperkirakan akan dilakukan pada 30 Juli 2025, bersamaan dengan bank-bank besar lainnya.
Pada kuartal pertama 2025, Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp13,20 triliun, meningkat 3,89% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp12,70 triliun. Pendapatan bunga Bank Mandiri juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 11,51% yoy menjadi Rp39,63 triliun, dibandingkan dengan Rp35,54 triliun pada kuartal pertama tahun lalu. Hal ini mendorong pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 4,87% yoy menjadi Rp28,73 triliun.
Aksi akumulasi saham BMRI oleh JP Morgan ini mengindikasikan kepercayaan investor asing terhadap fundamental Bank Mandiri dan prospek pertumbuhan kinerja keuangan perseroan di masa mendatang. Investor akan mencermati laporan keuangan semester I-2025 untuk melihat apakah kinerja Bank Mandiri sesuai dengan ekspektasi pasar.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar