Haluannews Ekonomi – Bank Indonesia (BI) masih menyimpan opsi untuk memangkas suku bunga acuan (BI rate) di masa mendatang. Langkah ini diyakini akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 dan 2026. Hal tersebut disampaikan Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (3/7/2025).

Related Post
Perry menjelaskan bahwa ruang penurunan BI rate masih terbuka lebar, mengingat inflasi yang terkendali dan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif. Saat ini, BI rate berada di level 5,50%, suku bunga Deposit Facility 4,75%, dan suku bunga Lending Facility 6,25%.

BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2026 berada di kisaran 4,7% hingga 5,5%. Sementara itu, nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak di rentang Rp16.000 hingga Rp16.500 per dolar AS, dengan inflasi yang terjaga di angka 1,5% hingga 3,5%.
"Kami terus bersinergi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan moneter akan diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut," tegas Perry. Potensi penurunan BI rate ini menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar dan diharapkan dapat mendorong investasi serta konsumsi domestik, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
Editor: Rohman




Tinggalkan komentar