Haluannews Ekonomi – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pertumbuhan signifikan pada transaksi Single Stock Futures (SSF). Hingga Juni 2025, nilai transaksi mencapai 2.175 kontrak atau setara dengan Rp1,02 triliun. Angka ini melonjak 19% dibandingkan dengan total kontrak yang diperdagangkan sepanjang tahun 2024.

Related Post
Lonjakan minat terhadap instrumen derivatif ini juga tercermin dari peningkatan jumlah investor derivatif yang mencapai 359 investor, naik 142% dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, investor dapat memperdagangkan SSF atas 10 saham pilihan setelah membuka rekening derivatif di Anggota Bursa yang memiliki izin sebagai Anggota Bursa Derivatif.

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey, mengungkapkan bahwa pencapaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap SSF sebagai alternatif investasi yang menjanjikan di pasar modal Indonesia. BEI terus berupaya memperluas cakupan produk derivatif dengan meluncurkan lima underlying baru untuk Kontrak Berjangka Saham (KBS) Single Stock Futures (SSF).
Lima saham baru yang menjadi underlying SSF adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Penambahan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan likuiditas pasar modal Indonesia secara keseluruhan.
Jeffrey menambahkan, perluasan pilihan produk derivatif memberikan investor lebih banyak alternatif untuk menyesuaikan strategi investasi mereka. Pemilihan saham-saham baru ini didasarkan pada tren dan dinamika pasar terkini, di mana sektor konsumsi, pertambangan, dan energi menunjukkan kinerja yang relatif positif di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik.
Dengan likuiditas tinggi dan fundamental yang kuat, kelima saham ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan investor dalam melakukan lindung nilai (hedging) dan mengoptimalkan keuntungan portofolio. Fitur leverage dan fleksibilitas transaksi, termasuk kemampuan untuk mengambil posisi long atau short, juga menjadi daya tarik utama.
Dengan penambahan ini, total terdapat 10 saham yang menjadi underlying Single Stock Futures, yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
BEI berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh pelaku pasar agar lebih memahami manfaat dan mekanisme transaksi produk derivatif.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar