Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela parkir di zona merah pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat (10/10/2025). Indeks terpantau turun tipis 0,26% ke level 8.245,78, sedikit terkoreksi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Related Post
Meskipun demikian, aktivitas perdagangan di pasar modal cukup ramai dengan tercatat 324 saham mengalami kenaikan, sementara 307 saham mengalami penurunan, dan 164 saham stagnan. Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 12,97 triliun, melibatkan 21,43 miliar saham dalam 1,45 juta transaksi.

Sektor barang baku dan konsumer primer menjadi motor penggerak utama dengan mencatatkan apresiasi tertinggi. Namun, sektor finansial justru menjadi pemberat utama indeks. Situasi ini berbanding terbalik dengan perdagangan kemarin, di mana saham-saham bank berkapitalisasi besar justru kompak berada di zona merah.
Tiga bank raksasa di Indonesia tercatat menjadi kontributor utama yang menekan kinerja IHSG pada hari ini. Sementara itu, mayoritas pasar saham di kawasan Asia-Pasifik dibuka melemah, mengikuti tren penurunan di Wall Street. Sentimen negatif ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global.
Kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dan ketidakpastian fiskal di Amerika Serikat menjadi faktor utama yang membebani sentimen pasar. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,33%, sementara Topix melemah lebih dalam sebesar 0,92%. Di Korea Selatan, indeks Kospi justru menguat 0,66% setelah kembali dibuka usai libur, namun indeks Kosdaq terkoreksi 0,37%.
Indeks S&P/ASX 200 di Australia juga bergerak negatif dengan penurunan sebesar 0,26%. Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong menunjukkan pembukaan yang lebih rendah di level 26.354 dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.752,59.
Pada hari ini, pasar keuangan minim sentimen dari rilis data-data ekonomi. Meskipun demikian, pergerakan IHSG masih diperkirakan memiliki potensi untuk kembali mengalami penguatan setelah berhasil menembus level tertinggi pada perdagangan kemarin. Investor diharapkan tetap waspada dan cermat dalam mengambil keputusan investasi di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar