Awas! Bursa Asia Berdarah, Investor Pilih Wait and See

Awas! Bursa Asia Berdarah, Investor Pilih Wait and See

Haluannews Ekonomi – Pasar saham di kawasan Asia Pasifik mengalami tekanan pada perdagangan hari ini, Selasa (29/7/2025), dipicu oleh sikap investor yang cenderung berhati-hati (wait and see) menantikan perkembangan lebih lanjut terkait negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China. Selain itu, ketidakpastian kebijakan moneter dari bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), turut memengaruhi sentimen pasar.

COLLABMEDIANET

Investor global saat ini tengah menanti hasil pertemuan The Fed yang dijadwalkan pada Rabu waktu setempat. Pertemuan ini akan menjadi penentu apakah The Fed akan mengambil langkah pemangkasan suku bunga acuan, di tengah kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global.

Awas! Bursa Asia Berdarah, Investor Pilih Wait and See
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sejak awal sesi perdagangan, mayoritas bursa saham di Asia menunjukkan tren penurunan. Indeks Nikkei 225 Jepang mengalami penurunan sebesar 0,61%, sementara indeks Topix melemah 0,76%. Indeks Kospi Korea Selatan juga terkoreksi 1,09%, dan indeks Kosdaq yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil merosot 0,88%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga ikut melemah sebesar 0,42%.

Dari sisi eksternal, pasar global juga mencermati pernyataan terbaru dari Presiden AS Donald Trump yang berencana menerapkan tarif umum sebesar 15%-20% kepada negara-negara yang belum memiliki kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat. Kebijakan ini rencananya akan diberlakukan mulai tanggal 1 Agustus mendatang.

Di sisi lain, bursa Wall Street menunjukkan kinerja beragam pada perdagangan Senin (Selasa dini hari waktu Indonesia). Indeks S&P 500 hanya naik tipis 0,02% dan ditutup pada level 6.389,77. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 64,36 poin atau 0,14% menjadi 44.837,56, sementara indeks Nasdaq Composite menguat 0,33% dan ditutup pada level 21.178,58.

Investor saat ini tengah bersiap menghadapi serangkaian data ekonomi penting, termasuk pekan tersibuk musim laporan keuangan, keputusan suku bunga The Fed, dan laporan ketenagakerjaan yang akan dirilis pada hari Jumat. Lebih dari 150 perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 dijadwalkan untuk merilis laporan keuangan mereka, termasuk perusahaan-perusahaan teknologi raksasa seperti Meta Platforms, Microsoft, Amazon, dan Apple.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar