Aneh! Pahami Syariah, Tapi Gak Pakai? Ini Dia Masalahnya!

Aneh! Pahami Syariah, Tapi Gak Pakai? Ini Dia Masalahnya!

Haluannews Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fenomena unik di industri keuangan syariah Indonesia. Tingkat literasi masyarakat terhadap produk keuangan syariah ternyata lebih tinggi daripada inklusi keuangannya. Artinya, masyarakat paham seluk-beluk produk syariah, namun minim yang menggunakannya. Ketua Dewan Komisaris OJK, Mahendra Siregar, menyebut ini sebagai anomali.

COLLABMEDIANET

"Jumlah bank syariah masih kurang dibandingkan kebutuhan dan minat masyarakat," ujar Mahendra dalam acara Power Lunch, Economic Update Haluannews.id, Selasa (24/6/2025). Ia melihat kondisi ini sebagai peluang emas untuk mengembangkan industri keuangan syariah. OJK mendorong pendirian bank syariah baru dan spin-off unit usaha syariah (UUS) dari bank konvensional. Langkah ini diharapkan mendongkrak penetrasi dan inklusi keuangan syariah, sekaligus mendorong pertumbuhan industri secara keseluruhan.

Aneh! Pahami Syariah, Tapi Gak Pakai? Ini Dia Masalahnya!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sebagai komitmen nyata, OJK membentuk Komite Pengembangan Keuangan Syariah. Komite ini beranggotakan berbagai bidang di OJK dan pakar keuangan syariah. Tujuannya, mempercepat inovasi dan kreativitas produk keuangan syariah. Diversifikasi produk menjadi kunci untuk menarik minat masyarakat.

Data survei 2024 menunjukkan tingkat literasi keuangan syariah baru 43%, sementara inklusi hanya 13%. Angka ini jauh tertinggal dari industri keuangan konvensional yang mencapai sekitar 70% untuk literasi dan 60% untuk inklusi. Tantangan besar ini menuntut strategi jitu untuk mengoptimalkan potensi pasar keuangan syariah yang masih sangat luas.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar