Terkuak! BUMN ‘Mesin Uang’ Negara, Target Laba Melesat Rp360 T!

Related Post
Haluannews Ekonomi – Yogyakarta, Haluannews.id – Mitos bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah entitas yang selalu merugi dan membebani keuangan negara kini secara tegas dibantah. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan data mengejutkan yang menunjukkan BUMN sebagai kontributor vital bagi penerimaan negara, bahkan menyumbang hampir sepertiga dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pernyataan ini disampaikan Dony dalam gelaran Jogja Financial Festival (Finfest) 2026 di Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).

Menurut Dony, kekuatan finansial BUMN sangat signifikan. Hingga kuartal I-2026 saja, BUMN telah menyetorkan pajak kepada negara mencapai angka fantastis sekitar Rp215 triliun. "BUMN kita itu memberikan kontribusi hampir sepertiga daripada APBN kita, baik itu dalam bentuk dividen maupun dalam bentuk pajak," ujar Dony, menegaskan peran strategis perusahaan pelat merah dalam menopang fiskal nasional.
Lebih lanjut, Dony menepis anggapan umum yang keliru mengenai profitabilitas BUMN. Ia membeberkan bahwa laba konsolidasi BUMN pada tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp335 triliun, dan diproyeksikan akan melonjak signifikan hingga Rp360 triliun pada tahun ini. "Tidak benar kalau banyak yang bilang BUMN tidak pernah untung. Itu keliru. Tahun lalu kita menguntungkan Rp335 triliun," tegasnya, menyoroti kinerja keuangan yang impresif.
Keberhasilan ini, kata Dony, tidak lepas dari transformasi besar dalam tata kelola BUMN yang diinisiasi melalui Danantara. Entitas ini berfungsi sebagai sovereign wealth fund berbasis konsolidasi perusahaan negara. Dengan model baru ini, sejumlah BUMN raksasa seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, hingga PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kini berada di bawah satu payung holding company.
Dony menjelaskan, sistem holding ini menciptakan sinergi dan efisiensi yang sebelumnya sulit terwujud. "Dengan satu holding company sekarang itu mudah bagi kita untuk melakukan proses penyehatan daripada perusahaan-perusahaan kita," imbuhnya. Sebelumnya, BUMN beroperasi secara independen, sehingga laba dari perusahaan yang sehat tidak dapat dialokasikan untuk membantu entitas lain yang sedang menghadapi tantangan keuangan.
Transformasi tata kelola melalui Danantara ini diharapkan tidak hanya mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga membuka lebih banyak peluang lapangan kerja bagi generasi muda Indonesia. "Danantara ini betul-betul menjadi sumber percepatan pertumbuhan ekonomi kita ke depan," pungkas Dony, optimis terhadap dampak positif jangka panjang.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar