Haluannews Ekonomi – Timur Tengah, kawasan yang identik dengan minyak dan kemewahan, ternyata juga menjadi rumah bagi sejumlah konglomerat terkaya dunia. Laporan Forbes 2025 mengungkap fakta mengejutkan: 38 miliarder asal Timur Tengah menguasai total kekayaan mencapai US$ 128,4 miliar. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya US$ 53,7 miliar dari 20 miliarder.

Related Post
Arab Saudi memimpin daftar dengan 15 miliarder, total kekayaan mencapai US$ 55,8 miliar. Menariknya, 14 di antaranya merupakan pendatang baru yang meroket berkat peningkatan nilai saham pasca pandemi Covid-19 di Bursa Efek Arab Saudi. Lebanon menyusul dengan enam miliarder (US$ 12,3 miliar), sementara Uni Emirat Arab dan Mesir masing-masing menyumbang lima miliarder dengan total kekayaan US$ 24,3 miliar dan US$ 20,6 miliar.

Pangeran Alwaleed bin Talal Al Saud masih bertahta sebagai orang terkaya asal Arab dengan kekayaan bersih US$ 16,5 miliar. Nama-nama seperti Hussain Binghatti Aljbori (Binghatti Properties) dan Mohammed Alabbar (Emaar Properties) juga masuk daftar, meskipun belum masuk 10 besar. Anas Sefrioui & keluarganya dari Maroko kembali masuk daftar setelah absen sejak 2017, dengan kekayaan bersih US$ 1,6 miliar.
Berikut 10 miliarder Timur Tengah terkaya versi Forbes 2025:
-
Pangeran Alwaleed bin Talal Alsaud (Arab Saudi): US$ 16,5 miliar. Investor kawakan ini menguasai saham di berbagai perusahaan ternama, termasuk jaringan hotel Four Seasons melalui Kingdom Holdings, serta sektor real estat, film, musik, dan media sosial (Snap).
-
Sulaiman Al Habib (Arab Saudi): US$ 10,9 miliar. Pendiri Dr. Sulaiman Al Habib Medical Services Group (HMG), jaringan rumah sakit, klinik, apotek, dan pusat kesehatan terintegrasi di Riyadh.
-
Hussain Sajwani (Uni Emirat Arab): US$ 10,2 miliar. Pengembang properti mewah DAMAC Properties, dengan proyek di lebih dari 15 negara dan rencana investasi US$ 20 miliar di pusat data AS melalui EDGNEX Data Centers.
-
Nassef Sawiris (Mesir): US$ 9,6 miliar. Investor berpengaruh yang memiliki saham di Madison Square Garden Sports, perusahaan pupuk nitrogen terbesar dunia, Adidas, dan klub sepak bola Aston Villa.
-
Naguib Sawiris (Mesir): US$ 5 miliar. Membangun kekayaan di sektor telekomunikasi, kini berinvestasi di berbagai bidang, termasuk pertambangan emas, real estat, dan perhotelan.
-
Abdulla Al Futtaim & Keluarga (Uni Emirat Arab): US$ 4,78 miliar. Konglomerat pemilik Al Futtaim Group, distributor eksklusif Toyota di UEA dan pemegang lisensi berbagai merek internasional ternama.
-
Abdulla bin Ahmad Al Ghurair & Keluarga (Uni Emirat Arab): US$ 4,6 miliar. Pendiri Mashreqbank dan memiliki portofolio bisnis di sektor makanan, konstruksi, dan real estat.
-
Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani (Qatar): US$ 3,9 miliar. Mantan Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar, memiliki saham di Deutsche Bank.
-
Emad Al Muhaidib (Arab Saudi): US$ 3,8 miliar. Wakil Ketua Al Muhaidib Group, perusahaan investasi di berbagai sektor.
-
Sam Al Muhaidib & Sulaiman Al Muhaidib (Arab Saudi): US$ 3,6 miliar. CEO Al Muhaidib Group, dengan portofolio investasi yang beragam.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar